Friday, 25 May 2012

SIfat2 Nabi Muhammad SAW




Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW

Fizikal Nabi
Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata:

Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.

Kebiasaan Nabi
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.

Rumah Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain.

Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja.

Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.

Luaran Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.

Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

Majlis Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.

Baginda tidak pernah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.

Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

Diamnya Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.

(Nukilan Thabarani - Majma'uz-Zawa'id 8:275)

Thursday, 17 May 2012

Awak saya sayang awak sebab awak sahabat saya :)

Awak ingat tak dulu,saya seorang yang sosial dan panas baran,saya sombong sangat.Tapi awak sabar,awak sentiasa mengeluarkan kata-kata yang menenangkan.Awak kisahkan tentang agama tapi sayang saya abaikan.Sampaikan satu hari saya dalam kesusahan,tapi awak tolong saya walaupun saya sering abaikan awak.Orang pertama yang gembirakan hati saya di sekolah menengah ialah awak.Walaupun saya abaikan awak secara tidak sengaja awak masih anggap saya yang terbaik.Awak masih berikan saya ilmu agama.Bila saya buat silap awaklah yang paling berani menegur sehingga jantung saya gugur mendengar cara teguran awak yang sangat manis.Saya mengalah dengan awak.Saya cuma seorang yang pentingkan diri dengan hal dunia,dan awak mengeluarkan hal akhirat.Saya terima kerana saya di dunia takkan kekal dan balasan tetap akan terima di akhirat kelak.Saya tak mahu menyesal di sana.Awak ibarat mutiara yang susah di dapati.Mutiara awak sangat berkilau.Saya sendiri tidak mampu beli mutiara apatah lagi awak.Tapi syukur tuhan jodohkan kita untuk berkawan dengan harga free.Saya lebih rela campakkan belian daripada kehilangan awak.Belian tidak mampu menasihatkan saya,tidak mampu menambahkan ilmu saya,tidak mampu bawa saya ke arah kebaikkan malah tambahkan lagi riak.Tak mampu gembirakan hati saya.SAYA MINTAK MAAF DARI HUJUNG RAMBUT HINGGA KE HUJUNG KAKI .

"SELEMAH-LEMAH MANUSIA IALAH YANG TAK BOLEH CARI SAHABAT DAN ORANG YANG LEBIH LEMAH IALAH ORANG YANG MENSIA-SIAKAN SAHABAT YANG TELAH DI CARI"
SAIDINA ALI.

SAHABAT YANG BAIK,APABILA DI PANDANG WAJAHNYA,MEMBAWA MENGIGATI ALLAH S.W.T,MENDENGARKAN KATA-KATANYA  MENAMBAHKAN ILMU.MELIHAT GERAK GERINYA MENINGGIKAN TAKUT KEPADA ALLAH S.W.T,BERKAWAN DENGAN BERJUANG KE JALAN ALLAH S.W.T :)

Wednesday, 16 May 2012

Sayangi kucing @_+

Banyak sekarang kucing terbiar ditepi jalan,Kucing hanya mampu mengaum meminta makanan,tapi malangnya manusia tidak mempedulikan.Walaupun kucing tidak memiliki akal tetapi kucing mempunyai perasaan.Kucing cuba untuk bermain depan manusia untuk meminta perhatian,tapi hanya dipandang remeh.Kucing juga mempunyai deria rasa.Apa bila dipukul,dia juga berasa sakit,apabila tak makan dia juga lapar.Dan tempat kucing bukanlah di dalam sangkar.Tiada manusia yang suka masuk ke dalam penjara,begitu juga kucing.Tetapi manusia yang bersalah memang layak masuk penjara,malangnya kucing yang tiada salah dan di tetap kan syurga telah di masukkan kedalam sangkar.
Hadis shahih Al Bukhari,di kisah kan seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kepada kucing dan tidak pula melepaskan kucingnya untuk mencari makan.Nabi Muhammad s.a.w menjelaskan bahawa hukuman wanita ini adalah seksa neraka.

Nabi Muhammad s.a.w amat menyukai kucing,pernah satu ketika ketika Nabi Muhammad s.a.w ingin mengambil jubahnya,Nabi Muhammad s.a.w melihat kucing nya yang diberi nama Muezza sedang tidur diatas jubah Nabi.Nabi tidak mahu menganggu kucing tersebut lalu Nabi memotong belahan lengan tersebut.
Ketika Nabi kembali pulang ke rumah,Muezza terbangun dan menunduk kepada majikannya.Sebagai balasan,nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu.



Tuesday, 15 May 2012

Putus Cinta? :'(

Walau seremuk mana hati dilukai,Bentukkanlah ia semula& serahkannya pada Illahi :)


Keramaian orang tidak berfikir positiv dahulu selepas putus cinta.Dan hanya memikirkan masalah dunia sahaja sehingga serabut kepala otak dengan perkara negativ sampai kan sanggup bunuh diri,cederakan diri,menangis,menyesal,stress.Wow~Itu sudah berlebihan.J.Selepas  putus cinta berfikir dahulu tetapi jangan berfikir menyesal kerana menyesal bagaimana pun masa tidak akan berputar balik dan tak akan.Dalam putus cinta juga mempunyai bukti hebatnya cinta Allah s.w.t kepada kita,kerana cinta dengan manusia tidak akan berkekalan tetapi cinta dengan Allah akan berkekalan.Bukan sahaja semasa hidup,malah sehingga mati sehingga dibanggkitkan.Jangan sedih bila putus cinta kerana,Allah s.w.t sudah menentukan jodoh kepada kita.bermakna orang yang kita putus itu bukanlah jodoh kita yang sebenar,tetapi ada yang lebih baik.Walaupun tidak sempat bercinta di dunia tetapi di syurga pasti akan ada malah lebih baik.Sesungguhnya kita hidup atas pertolongan Allah s.w.t,bukanlah kekasih itu yang hidupkan kita,dan mati kan kita.Jadikan lah syurga di hati.Hati itu milik Allah s.w.t.


 



Monday, 14 May 2012

Zina Hati :)

Sabda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam:
(إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ وَيُكَذِّبُهُ). رواه البخارى (6/2438، رقم 6238)، ومسلم (4/2046، رقم 2657)، وأبو داود (2/246، رقم 2152)، والبيهقى فى شعب الإيمان (4/365، رقم 5428).
وفي رواية مسلم: (كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ).
Maksudnya: (Sesungguhnya Allah mencatatkan bahagian zina yang tidak dapat tidak berlaku ke atas anak-anak Adam. Zina mata itu adalah pandangan, zina lidah itu adalah ucapan, nafsu mengharap dan berkeinginan, dan kemaluan itu mengiyakan atau mendustakannya). Hadith riwayat Bukhari (6/2438, no 6238), Muslim (4/2046, no 2657), Abu Daud (2/246, no 2152), dan Imam Baihaqi dalam Shu’ab Iman (4/365, no 5428).
Dan dalam riwayat Imam Muslim:
(Sesungguhnya Allah mencatatkan bahagian zina yang tidak dapat tidak berlaku ke atas anak-anak Adam. Mata itu zinanya pandangan, telinga itu zinanya mendengar, lidah itu zinanya ucapan, tangan itu zina melakukan kekerasan, kaki itu zinanya langkah, dan hati itu mengharap dan berkeinginan, dan mengiyakannya kemaluan atau mendustakannya)
Hrrrmm... :) Zina hati
 Contoh nya------>Memikirkan keelokkan seorang perempuan yang membawa keinginan untuk bertemu dengan perempuan tersebut,kemudian berlakulah perkara yang diharamkan oleh Allah s.w.t,jadi daripada hati itulah akan terjadinya dosa besar.Maka ulama' mengatakan zina hati itu ialah dosa kecil. :)

Bermakna tidak salah memikirkan seseorang yang bukan halal,tetapi jangan memikir sehingga  membuat perkara bukan-bukan yang bertentangan dengan syarak.