Thursday, 7 June 2012

Baik & Buruk


Para filosof dan teolog sering membahas tentang arti baik dan
buruk, serta tentang pencipta kelakuan tersebut, yakni apakah
kelakuan itu merupakan hasil pilihan atau perbuatan manusia
sendiri, ataukah berada di luar kemampuannya?

Tulisan ini tidak akan mengarungi samudera pemikiran yang
dalam lagi sering menenggelamkan itu, namun kita dapat berkata
bahwa secara nyata terlihat dan sekaligus kita akui bahwa
terdapat manusia yang berkelakuan baik, dan juga sebaliknya.
Ini berarti bahwa manusia memiliki kedua potensi tersebut.
Terdapat sekian banyak ayat Al-Quran yang dipahami menguraikan
hal hakikat ini, antara lain:

Maka Kami telah memberi petunjuk (kepada)-nya
(manusia) dua jalan mendaki (baik dan buruk) (QS
Al-Balad [90]: 10).

...dan (demi) jiwa serta penyempurnaaaan ciptaannya,
maka Allah mengilhami (jiwa manusia) kedurhakaan dan
ketakwaan (QS Asy-Syams [91]: 7-8).

Walaupun kedua potensi ini terdapat dalam diri manusia, namun
ditemukan isyarat-isyarat dalam Al-Quran bahwa kebajikan lebih
dahulu menghiasi diri manusia daripada kejahatan, dan bahwa
manusia pada dasarnya cenderung kepada kebajikan.

Al-Quran surat Thaha (20): 121 menguraikan bahwa Iblis
menggoda Adam sehingga,

... durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia.

Redaksi ini menunjukkan bahwa sebelum digoda oleh Iblis, Adam
tidak durhaka, dalam arti, tidak melakukan sesuatu yang buruk,
dan bahwa akibat godaan itu, ia menjadi tersesat. Walaupun
kemudian Adam bertobat kepada Tuhan, sehingga ia kembali lagi
pada kesuciannya.

No comments:

Post a Comment